jump to navigation

“masih” Januari 31, 2012

Posted by yustinia in Renungan.
Tags: , ,
2 comments

Ternyata rasa itu “masih” ada

Bertanya pada diri sendiri

Berulang kali

Dan yang kutemukan tetap sama

“Masih” menunggu dan “masih” berharap

Entah sampai kapan aku pun tak tahu

Semua orang sudah bertanya

Dan belum juga kutemukan jawabnya

Ketika aku ingin menyerah

Hati kecilku memberontak

Ketika yang lain datang

Hati kecilku menolak

“Masih” berdiri di pintu kebimbangan

Mungkin sudah saatnya aku keluar

Menemukan yang lain

Yang bisa memberiku jawaban

Tentang arti sebuah mimpi

Laki-laki dalam Hidupku Januari 25, 2012

Posted by yustinia in Sepenggal Kisah.
2 comments

Perasaan kehilangan itu terus saja ada dalam hatiku

Tidak akan ada yang bisa mengganti posisinya di hatiku

Laki-laki yang hanya mencintai satu wanita dalam hidupnya

Laki-laki yang keras tapi sangat menyayangi buah hatinya

Betapa aku sangat merindukanmu

Kehadiranmu selalu kuimpikan

Aku ingin selalu bercerita kepadamu tentang semua yang terjadi dalam hidupku

Aku butuh pendapatmu tentang pilihan hatiku

Aku juga merindukan belaian tanganmu di atas kepalaku

Selama hampir dua belas tahun aku menyia-nyiakan kesempatan itu

Setelah kusadari semuanya terlambat

Sekarang aku di sini sendiri tanpa dirimu

Aku akan menjadi sosok yang tegar dan mandiri seperti harapanmu

Selalu bisa tersenyum dalam kesedihan dan menangis dalam kebahagiaan

Aku tidak akan mengecewakanmu

Dan jika suatu saat nanti kita bertemu kuharap kenalkan diriku dengan wanita yang sangat kau cintai

Karena aku hanya mengenalnya sekejap saja

Dan kuharap kita akan berkumpul bersama

Ada Bapak, Ibu, dan aku

Selamanya…

“my little friend” November 19, 2011

Posted by yustinia in Cerita Lalu.
4 comments

Sahabat kecilku, ingatkah kau tentang masa-masa kecil kita dulu. Banyak waktu kita lewatkan untuk bisa berpetualang atau hanya sekedar bermain bersama. Setiap pulang sekolah kita selalu bertemu kembali, kadang juga untuk belajar bersama, tidak hanya kita berdua tapi ada beberapa teman lagi. Aku sungguh akan selalu mengingat masa-masa itu. Aku merindukan kebersamaan itu.

Tapi entah sejak kapan kebersamaan itu memudar seiring dengan berjalannya waktu. Tidak ada lagi waktu bermain bersama, tidak ada lagi waktu belajar bersama. Segalanya berubah. Bahkan kita tidak saling menyapa. Apa penyebabnya hingga kini pun aku tak tahu. Setelah sekian lama saat kita dipertemukan lagi, tidak inginkah kau untuk memulai semuanya dari awal? Karena persahabatan ini sungguh berharga bagiku.

Sejak dulu aku selalu kagum denganmu. Dengan kecerdaanmu yang sungguh luar biasa. Dengan semangat belajarmu. Dengan jiwa senimu. Semua tentang dirimu sungguh mengesankan bagiku. Dan dengan mengenalmu dan menengok perjalanan hidupmu memberiku semangat untuk terus bermimpi. Pantang menyerah atas semua impian karena semua mimpi itu bisa menjadi nyata.

Tapi sekarang dirimu pun berbeda. Kecerdasan yang didukung dengan semangat itu kini berubah menjadi ambisi. Ambisi untuk bisa menaklukkan dunia. Materi menjadi tujuan hidupmu. Tidak ada lagi sosok rendah hati yang dulu ku kenal. Tidak ada lagi sosok yang selalu tersenyum ramah pada setiap orang yang kau kenal. Aku telah kehilanganmu. Kehilangan sahabat dan panutan dalam hidupku.

Egoiskah?! Juli 31, 2010

Posted by yustinia in Renungan.
4 comments

Aku merasa diriku sangat egois.Aku selalu merasakan perasaan ini ketika aku jauh dengan orang. Ketika aku merasa kehilangan orang yang selama ini menjadi tempatku berbagi. Apa aku sudah gila??!

Mungkin trauma kehilangan itu masih ada. Aku selalu takut kehilangan orang yang aku sayangi. Keluarga, teman, atau orang2 di sekitarku. Aku juga tidak tahu kenapa perasaan itu muncul.

Dulu ketika aku dekat dengan bapak. Bapak yang pendengar setia. Bapak yang selalu tersenyum menyambutku pulang sekolah. Tiba2 meninggalkanku. Mungkin orang lain yang melihat diriku begitu tegar. Tapi mereka tidak tahu hatiku hancur. Tidak ada lagi teman berbagi.

Banyak kejadian lainnya terjadi setelahnya. Intinya ketika aku sudah dekat dengan orang dan aku sudah merasa nyaman, Mereka satu per satu akan pergi meninggalkanku untuk orang lain. Sekali lagi kutekankan. UNTUK ORANG LAIN!

Mungkin aku ini orang yang tidak normal. Menuntut semua orang memperhatikan aku. Untuk sekedar menunjukkan bahwa aku ini ada. Aku menanti di ujung jalan untuk ditemani. Karena aku takut sendiri.

Bosan..?! Juni 5, 2010

Posted by yustinia in Cerita Lalu.
add a comment

Selalu saja begini. Rasa bosan menguasai hidupku. Aku tidak sanggup melawannya. Inilah yang membuatku tidak akan pernah sukses. Karena semua hal ku kerjakan setengah jalan. Karena semangat itu meredup sebelum kesuksesan kuraih. Jika aku begini terus aku akan semakin terpuruk. Semua mimpiku pun akan tenggelam bersama kekalahanku melawan rasa bosan ini. Lalu bagaimana aku harus menyikapinya?

Seperti berjalan di tengah gurun pasir. Aku ingin keluar dari tempat ini. Mencapai harapanku tapi aku tidak berdaya. Aku tidak menemukan jalan. Aku tersesat. Seharusnya aku terus berusaha sampai aku menemukan jalan keluar dari gurun pasir ini. Walau nanti hasilnya nihil tapi minimal aku sudah berusaha sebaik mungkin sehingga tidak ada penyesalan. Tapi kenyataannya, aku selalu menyerah sebelum menemukan jalan itu.

Sampai saat ini aku masih bimbang. Apa tujuan hidupku? Seharusnya aku tahu jawaban itu. Seharusnya dirikulah yang paling tahu keinginanku. Tapi… Sekali lagi aku hanya merenung. Hanya bermimpi tanpa bisa mewujudkan mimpi-mimpi itu. Apa karena aku terlalu mudah mendapatkan sesuatu tanpa harus bekerja terlalu keras sehingga aku menjadi mudah menyerah. Kurasa tidak juga.

Sekarang sudah saatnya aku bangkit. Dengan sisa semangat yang masih menyala ini, aku akan membakarnya. Aku pasti bisa dan mampu. Aku paling tahu dengan semua impianku. Dan aku pasti bisa menemukan jalan terbaik untuk meraihnya. Dan aku pasti bisa melawan semua terjangan dan halangan terutama yang hadir dari diriku sendiri. Musuh terbesarku rasa bosan.

Caruban 100318

Sahabat… Juni 4, 2010

Posted by yustinia in Renungan.
add a comment

Aku hanya bisa berkata “maaf”

Aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menebus kesalahanku ini

Kejadian kemarin benar2 menamparku dengan keras

Agar aku tidak ceroboh lagi

Mungkin aku kurang amal juga ya?

Bulan ini memang aku belum menunaikan kewajibanku

Dan… Allah mengingatkanku

Skali lagi maaf sahabat…

Karena kecerobohanku ini kamu ikut menanggung akibatnya

Tapi permintaan maafku ini tidak akan mengubah semuanya

 Dan kamu berhak marah kepadaku

Walaupun itu hal yang paling kutakutkan

Satu lagi yang paling kutakutkan dari kejadian ini

Semua orang akan berteriak menyalahkanku

Aku tahu aku salah

Tapi jika aku disudutkan aku benar2 ketakutan

Sahabat…

Apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku?

Karena…

Aku begitu takut kehilangan sahabat sepertimu

Aku takut kehilangan keluarga yang kuimpikan selama ini

Keluarga kecil yang hangat seperti keluargamu

Maaf…

190608

Adilkah? Februari 19, 2010

Posted by yustinia in Cerita Lalu.
add a comment

Aku seperti keledai bodoh yang selalu terperosok pada lubang yang sama. Aku begitu percaya pada mulut-mulut liar yang selalu mempermainkan hatiku. Aku selalu mudah pada perangkap mereka. Kadang aku ingin menertawakan semuanya, tapi hanya air mata yang keluar bukannya suara tawa yang membahana. Seharusnya aku sudah bisa belajar dari semua itu, tapi karena kebodohankulah aku jadi seperti ini. Terpuruk, terpojok, dan terbuang.

Akanlah keadilan itu ada? Aku yakin ada, karena Allah Maha Adil. Semoga saja mereka sadar akan kegilaan mereka dan tidak akan ada korban-korban yang bodoh seperti aku. Tapi apa dengan begitu mereka akan sadar? Adakah peristiwa yang akan menyadarkan mereka? Menyadarkan dari kejahatan yang menghancurkan hati tiap wanita.

Aku rasa akan datang suatu masa untuk itu semua. Entah itu dalam waktu dekat ataupun dalam jangka panjang. Atau pada hari pembalasan kelak. Aku yakin suatu saat nanti mereka akan tersadar telah menyakiti seorang wanita yang lemah dan mudah dibodohi ini. Dan mereka akan menyesalinya karena telah menyia-nyiakannya. Akan datang masa itu.

Mlg 071108

7.20 a.m

Tentang Perbedaan Februari 15, 2010

Posted by yustinia in Renungan.
4 comments

Ketika dua orang berbeda pendapat akan menimbulkan kesalahpahaman yang berujung perselisihan. Setiap otak manusia memang diciptakan berbeda maka isi kepala setiap orang pun berbeda. Lantas kenapa orang orang selalu mempermasalahkan perbedaan itu? Berbeda bukan berarti menimbulkan persaingan, tapi berbeda akan menyatukan.

Sahabat…

Beda itu indah…

Kenapa kita tidak membuatnya menjadi indah?

Untuk memahami perbedaan itu diperlukan kedewasaan. Dan jalan menuju kedewasaan tidaklah mudah. Batu-batu terjal sering menghadang di sepanjang jalan. Tapi dengan kesabaran, jalan menuju kedewasaan itu akan lebih mudah ditempuh.

Mlg Feb’09

“my reflection” Februari 4, 2010

Posted by yustinia in Renungan.
add a comment

Penyesalan…

Yeah, itulah yang kurasakan saat ini

Aku terlalu banyak membuang waktuku

Hanya untuk kegiatan yang tidak berguna

Selalu melakukan kesalahan yang sama

Entahlah…

Apakah saat ini aku sudah berubah

Ke arah yang lebih baik tentunya

Tidak lagi membuang waktuku

Dan tidak menyesalinya lagi

Aku harap…

Satu kesempatan akan hadir kembali

Dan aku akan memanfaatkannya

Meraih dan merangkulnya

Dalam pelukku…

ISTIMEWA Februari 1, 2010

Posted by yustinia in Renungan.
add a comment

Kata yang tidak asing tapi jauh dariku

Kata yang sungguh `istimewa`

Suatu kata yang mewah bagiku

Setiap kali aku menganggap orang lain istimewa

Kenapa mereka tidak menganggapku istimewa?

Kadang aku bertanya

Bagaimana rasanya dianggap istimewa bagi orang lain?

Apakah ada kebahagiaan di dalamnya?

Aku melihatnya seperti itu

Aku ingin merasakannya

Ingin mengecapnya walau hanya sesaat

Karena setiap kali aku memposisikan diri jadi istimewa

Saai itu juga oaring akan menganggapku tidak istimewa

Keluarga, saudara, sahabat, teman

Tidak ada yang menganggapku istimewa

Menjadi nomor dua, itulah posisi terbaikku

Itu lebih baik daripada orang mengingatku saat membutuhkan

Kebanyakan akan membuangku saat tidak butuh aku

Ya, aku sudah terbiasa hidup di `tempat sampah`

Ataupun jadi `tempat sampah`

Dan sama saja `tidak istimewa`

`Istimewa`, akankah kau singgah padaku walau sebentar?

Menjadikanku orang `istimewa` walau sekejap

Aku ingin jadi orang…

Istimewa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.